logo

EKSISTENSI FILM LOKAL

Seperti yang kita tau era digital/perfilman semakin meluas dan berkembang, tidak hanya terjadi di kota-kota besar saja bahkan sekarang meluas ke daerah-daerah yang mungkin orang jarang tau. Salah satunya Kabupaten Jember. Jember, kota dimana yang dinobatkan sebagai “kota festival” oleh Presiden Jokowi. Tapi tidak hanya menjadi “kota festival”, Jember sekarang mulai banyak di isi individu, komunitas , maupun perusahaan yang berniat untuk memajukan perkembangan film lokal di jember. Jarang orang tau bahwa jember juga sudah memulai pergerakan ini sudah sedari lama, kebanyakan mereka hanya fokus pada event-event seperti JFC dan sejenisnya.

  •      Contohnya saja para youtuber yang kita sebut “individu” yang membuat film pendek untuk di ikutkan festival film ataupun membuat sebuah web series yang bisa nikmati semua orang melalui platform social media mulai dari facebook,instagram, dan youtube.
    Lalu ada komunitas, mulai dari komunitas di skala Universitas, Sekolah, Dan Umum. Contohnya di skala Universitas ada Koper ( Komunitas Perfilman Jember ) Dari Universitas IAIN tapi selama ini mereka juga mulai meraba ke umum untuk saling berbagi ilmu dan ide gila mereka.
    Untuk skala “SMA” mereka sudah banyak mengadakan workshop di sekolah mereka masing-masing dengan mendatangkan para narasumber yang sudah lama berkecimpung di dunia perfilman local maupun nasional.
    Di skala umum ada MFJ ( Masyarakat Film Jember ) Sebuah komunitas film yang dibuat oleh-oleh orang yang memang lama berkecimpung di dunia perfilman jember, mereka sudah membuat film bertemakan “Jember Love Story” ada dua judul, yang pertama ada “Tentang Menemukan” dan yang kedua “SNAPSHOT”.
    Dan ada perusahaan, yang biasa kita sebuy Production House ( PH ) sebuah rumah produksi yang menggarap film dengan rutin setahun 2 kali.
    Contohnya saja Wakajzee Studio, Sebuah perusahaan yang awalnya hanya foto studio yang akhirnya bergerak di bidang audio-visual juga.
    Karya mereka sekarang bisa nikmati di platform Youtube di channel “wakajzee”.
    Film “Frekwensi mood ( di radio ada kamu ) “ menjadi film pertama yang digarap wakajzee sebagai Production House ( PH ) dan Wakajzee sekarang mempersiapkan film keduanya yang berjudul “MANTRA” yang genrenya jauh berbeda dari film pertama, patut ditunggu bukan.
    Sudah tidak diragukan lagi bahwa industri film lokal Jember sudah berkembang begitu pesat, dengan banyaknya pelaku seni di bidang film. Jember menjadi wadah yang tepat untuk mengepresikan dan selanjutnya mengapresiasi karya-karya dari masing-masing pemikiran.
    Wakajzee Studio salah satunya, yang berharap selalu menjadi saksi tidak bisu karna ikut meramaikan perkembangan perfilman Jember.

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *